Senin, 04 Mei 2009

IMD


Inisiasi Menyusu Dini

1. Pengertian

Inisiasi menyusui dini (early initiation) atau permulaan menyusu dini adalah bayi mulai menyusu sendiri segera setelah lahir, cara bayi melakukan inisiasi menyusui dini ini dinamakan breast crawl atau merangkak mencari payudara.

2. Pentingnya Inisiasi Menyusu Dini

Kontak kulit bayi dengan kulit ibu segera setelah lahir dan bayi menyusu sendiri dalam satu jam pertama kehidupan sangat penting karena:

a. Dada ibu menghangatkan bayi dengan tepat selama bayi merangkak mencari payudara, ini akan menurunkan kematian karena kedinginan (hypothermia).

b. Ibu dan bayi merasa lebih tenang, pernafasan dan detak jantung bayi lebih setabil. Bayi akan jarang menangis sehingga mengurangi pemakaian energi.

c. Bayi yang diberi kesempatan menyusu dini lebih berhasil menyusu eksklusif dan akan lebih lama disusui.

d. Hentakan kepala bayi ke dada ibu, sentuhan tangan bayi di puting susu ibu merangsang pengeluaran hormon oksitosin. Homon oksitosin sangat penting untuk membantu kontraksi rahim sehingga membantu pengeluaran plasenta dan mengurangi perdarahan, merangsang produksi hormon lain yang membuat ibu menjadi lebih rileks, lebih mencintai bayinya, meningkatkan ambang nyeri, dan perasaan sangat bahagia, menenangkan ibu dan bayi serta mendekatkan mereka berdua, dan merangsang produksi ASI.

3. Penatalaksanaan Inisiasi Menyusu Dini

a. Dianjurkan suami atau keluarga mendampingi ibu saat persalinan

b. Disarankan untuk mengurangi penggunaan obat kimiawi saat persalinan

c. Biarkan ibu menentukan cara persalinan yang diinginkan misalnya melahirkan normal, di dalam air, atau dengan jongkok.

d. Setelah bayi lahir seluruh badan dan kepala bayi dikeringkan secepatnya kecuali kedua tangan. lemak putih (vernix) yang menyamankan kulit bayi sebaiknya dibiarkan

e. Bayi ditengkurapkan di dada atau perut ibu. Biarkan kulit bayi melekat pada kulit ibu. Posisi kontak kulit dengan kulit ini dipertahankan minimal satu jam atau setelah menyusu awal selesai. Keduanya diselimuti dan bayi diberi topi.

f. Bayi dibiarkan mencari puting susu ibu. Ibu dapat merangsang bayi dengan lembut tetapi tidak memaksakan bayi ke puting susu ibu.

g. Ayah didukung agar membantu ibu untuk mengenali tanda – tanda atau perilaku bayi sebelum menyusu. Dukungan ayah akan meningkatkan rasa percaya diri ibu. Jika dalam waktu satu jam bayi belum bisa menemukan puting susu ibu biarkan bayi menempel ada kulit ibu sampai bayi dapat menyusu sendiri.

h. Dianjurkan untuk memberikan kesempatan kontak kulit dengan kulit pada ibu yang melahirkan dengan tindakan (vacuum, forceps, maupun operasi caesar).

4. Penatalaksanaan Inisiasi Menyusu Dini Pada Operasi Caesar.

Usaha bayi merangkak mencari payudara secara standar pasti tidak bisa dilakukan secara SC, namun jika diberikan anastesi spinal atau epidural ibu dalam keadaan sadar dapat memberikan respon kepada bayi. Bayi dapat diposisikan sehingga kontak kulit dengan kulit dapat terjadi. Untuk mendukung Inisiasi Menyusu Dini pada persalinan SC dapat dilakukan penatalaksanaan sebagai berikut :

a. Tenaga dan pelayanan kesehatan yang suportif

b. Jika mungkin suhu ruangan 200C – 250C. Disediakan selimut untuk menutupi punggung bayi dan tubuh ibu. Disiapkan juga topi untuk bayi untuk mengurangi hilangnya panas dari kepala bayi.

c. Tatalaksana selanjutnya sama dengan tatalaksana umum

d. Jika Inisiasi Menyusu Dini belum terjadi di kamar bersalin atau kamar oprasi atau bayi harus dipindahkan sebelum satu jam bayi tetap diletakkan di atas dada atau perut ibu ketika dipindahkan ke kamar perawatan.

5. Lima Tahapan Perilaku (Prefeeding Behaviour)

Jika bayi baru lahir segera dikeringkan dan diletakkan di perut ibu dengan kontak kulit dengan kulit dan tidak dipisahkan dari ibunya setidaknya satu jam semua bayi akan melalui tahap perilaku (Prefeeding Behaviour) sebelum ia berhasil menyusu perilaku tersebut adalah :

a. Dalam 30 menit pertama

Stadium istirahat/diam dalam keadaan siaga bayi diam tidak bergerak, sesekali matanya terbuka lebar melihat ibunya. Masa tenang yang istimewa ini merupakan dasar pertumbuhan bayi dalam suasana aman. Hal ini meningkatkan kepercayaan diri ibu terhadap kemampuan menyusui dan mendidik bayinya. Kepercayaan diri ayah pun menjadi bagian keberhasilan menyusui dan mendidik anak bersama ibu.

b. Antara 30-40 menit

Mengeluarkan suara, gerakan mulut seperti mau minum, mencium dan menjilati tangan. Bayi merasakan dan mencium ketuban yang ada ditangannya. Bau ini sama dengan cairan yang dikeluarkan oleh payudara ibu. Bau ini akan membimbing bayi untuk menemukan payudara dan putting susu ibu.

c. Mengeluarkan air luir

Saat menyadari ada makanan disekitarnya bayi mulai mengeluarkan air liurnya

d. Bayi mulai bergerak kearah payudara

Areola sebagai sasaran dengan kaki menekan perut ibu, ia menjilat-jilat kulit ibu, menghentak-hentakan kepala ke dada ibu, menoleh kekanan dan kekiri, serta meremas dan menyentuh putting susu dan sekitarnya dengan tangannya.

e. Menemukan, menjilat, mengulum putting, membuka mulut lebar dan melekat dengan baik ke putting susu ibu

6. Hambatan Inisiasi Menyusu Dini

Berikut ini beberaa pendapat yang menghambat kontak kulit ibu dengan kulit bayi :

a. Bayi kedinginan

Hal ini tidak benar karena bayi berada dalam suhu yang aman jika melakukan kontak kulit dengan sang ibu. Jika bayi yamg diletakkan di atas dada ibu itu kepanasan suhu dada ibu akan turun 10C jika bayi kedinginan suhu dada ibu akan meningkat 20C untuk menghangatkan bayi. Jadi dada ibu yang melahirkan merupakan tempat terbaik bagi bayi yang baru lahir dibandingkan tempat tidur yang canggih dan mahal.

b. Setelah melahirkan ibu terlalu lelah untuk menyusui bayinya

Hal ini tidak benar karena ibu yang melahirkan jarang lelah untuk memeluk bayinya segera setelah lahir. Keluarnya oksitosin saat kontak kulit dengan kulit saat bayi menyusu dini akan menenangkan ibu.

c. Tenaga kesehatan kurang tersedia

Hal ini tidak benar karena saat bayi di dada ibu penolong persalinan dapat melakukan tugasnya. Bayi dapat menemukan sendiri payudara ibu. Ayah atau keluarga terdekat ibu dapat menjaga bayi sambil memberikan dukungan pada ibu.

d. Kamar bersalin atau kamar operasi sibuk

Hal ini tidak benar karena dengan bayi di dada ibu. Ibu dapat dipindahkan ke kamar perawatan beri kesempatan kepada bayi untuk meneruskan usahanya mencari payudara dan menyusu dini.

e. Luka ibu harus dijahit

Hal ini tidak benar karena kegiatan bayi merangkak mencari payudara ibu terjadi di area payudara. Sedangkan yang dijahit adalah bagian bawah tubuh ibu.

f. Suntikan vitamin K dan tetes mata harus segera diberikan

Menurut American Collage of Obstetrics and Gynecology dan Academy Breastfeeding Madicine 2007 tindakan ini dapat ditunda setidaknya satu jam sampai bayi mampu menyusui sendiri tanpa membahayakan bayi.

g. Bayi harus segera dimandikan, ditimbang dan diukur

Hal ini tidak benar karena menunda memandikan bayi berarti menghindarkan hilangnya panas pada badan bayi. Selain itu kesempatan verniks meresap melindungi bayi lebih besar. Bayi dapat dikeringkan setelah lahir.

h. Bayi kurang siaga

Hal ini tidak benar karena pada 1-2 jam pertama kelahiran bayi sangat siaga. Setelah itu bayi tidur dalam waktu yang lama. Jika bayi mengantuk akibat obat yang diasup ibu maka kontak kulit dengan kulit lebih penting lagi karena bayi membutuhkan bantuan lebih untuk bonding.

i. Kolostrum tidak keluar

Hal ini tidak benar karena kolostrum cukup dijadikan makanan pertama bagi bayi baru lahir. Bayi dilahirkan dengan membawa bekal air dan gula yang dapat digunakan pada saat itu.

j. Kolostrum tidak baik

Hal ini tidak benar karena kolostrum sangat diperlukan dalam tumbuh kembang bayi. Selain sebagai imunisasi pertama dan mengurangi kuning pada bayi baru lahir, kolostrum mematangkan dinding usus pada bayi baru lahir.

7. Kandungan ASI

Kolostrum disekresikan selama kehamilan pada saat permulaan diproduksi. Kolostrum berupa cairan bening seperti air tetapi kemudian menjadi kuning dan konsistensinya lebih menyerupai krim yang encer menjelang akhir kehamilan.

Kolostrum mengangandung protein dengan proporsi yang tinggi sangat bergizi dan memberikan semua yang dibutuhkan oleh bayi. Sampel harian rata-rata kolostrum mengandung 8,5% protein, 3,5% karbohidrat, 2,5% lemak, 0,4% garam mineral, dan kalori 30 KJ/30 ml.

Selain itu kolostrum juga mengandung laktoferin terutama pada hari ke-7 bersama dengan salah satu immunoglobulin laktoferin mengambil zat besi yang diperlukan untuk perkembangan kuman E-coli, stafilokokus, dan ragi. AA, DHA, taurin, dan kolin yang terdapat dalam kolostrum akan meningkatkan perkembangan otak bayi.

Perubahan kolostrum menjadi ASI matur berlangsung bertahap selama 14 hari rata-rata sampel ASI transisi yang dikumpulkan selama 24 jam mengandung 87,8% air, 7,0% karbohidrat, 3,5% lemak, 1,5% protein, 0,2% garam mineral, dan 80 KJ/30 ml.

Kadar protein dalam ASI lebih besar dari pada susu sapi. ASI mengandung asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh yang sama kadarnya yang dapat diabsorpsi oleh bayi secara lebih mudah daripada butir lemak yang terdapat dalam susu sapi.

8. Teknik Pemberian Asi

Setelah kelahiran normal, maka bayi langsung diberi minum ASI. Apabila kelahiran tidal normal maka pemberian ASI dapat dilakukan segera setelah kondisi ibu dan bayi memungkinkan. Terdapat sedikit ASI di dalam payudara segera setelah melahirkan, namun refleks menghisap naluriah bayi sebaiknya dipuaskan juga. Pemberian yang pertama meskipun hanya sedikit akan memuaskan ibu dan bayi. Dan harus dibantu bidan trampil yang bisa mengajari ibu bagaimana menyusui bayi secara benar. Bayi sebaiknya diberi ASI apabila merasa lapar dan selama ia mau. Ibu harus yakin bahwa bayi telah mengosongkan payudara yang pertama sebelum diberikan payudara yang kedua. Apabila payudara yang kedua tidak dikosongkan maka bayi harus diberi payudara yang kedua pada pemberian ASI berikutnya.

Makin sering bayi menyusu maka masa peralihan dari kolostrum menjadi ASI matur akan makin singkat. Bayi sebaiknya juga diberi ASI pada malam hari dan bukannya diberi makanan tambahan agar tidak mengganggu ibu pada malam hari, dorongan dan bantuan yang didapat oleh ibu setiap saat akan memperkuat dan mendukung faktor lain yang penting untuk laktasi seperti inisiasi pemberian ASI secara dini, meletakkan bayi pada posisi yang benar pada saat pemberian ASI. Lama dan frekwansi pemberian ASI yang tidak dibatasi.

Pemberian obat-obatan seperti estrogen sintetik dapat menekan pelepasan hormone prolaktin sehingga mengganggu produksi ASI.

Peiode emas pertama pertumbuhan otak dimulai beberapa saat setelah terjadinya konsepsi. Pada saat ini proses tumbuh kembang otak melaju dengan pesat. Periode emas kedua terjadi di akhir kehamilan sampai bayi lahir berusia kurang lebih dua tahun. Pada periode ini, semakin awal sel otak dirangsang, semakin banyak terjadi network di antara sel-sel saraf tersebut., bila bayi segera disusui dan didekap dengan hangat, maka ia akan menerima berbagai stimulasi, seperti sentuhan kulit (skin to skin contact) dan mencium aroma khas ibunya. Ia juga akan merasakan kehangatan dan mendengar denyut jantung ibu yang sudah dikenalnya sejak masih dalam kandungan.

Otak dan sistem saraf si kecil pun berkembang dengan optimal.
Belum lagi kalau ibu mengajaknya berbicara selama menyusui, terutama mengenai dirinya, akan terjalin komunikasi langsung antara ibu dan si bayi. Ini akan meningkatkan kelekatan (attachment) di antara mereka. Kondisi ini akan menumbuhkan rasa percaya pada si kecil, karena ia tahu ada seseorang yang selalu ada apabila dibutuhkan.

Referensi:

Roesli, U. 2008. Inisiasi Menyusu Dini Plus ASI Eksklusif. Cetakan I. Jakarta: Pustaka Bunda

Handajani. (2008). Inisiasi Menyusui Dini. (online). http://anakuya.wordpress.com/category bayi/laktasi.(12 Januari 2008